Product Description
We, China Moto Parts can supply all spare parts OEM for any motorcycle and scooter from 50cc to 250cc for all models Made in China.
For body and engine, all parts from any factory in China, we can quote, please send your model photo and detailed needs.
Spare parts Quotation time 5- 7 days
Delivery time 15-20 days
Repuestos para motocicleta y motoneta
Podemos cotizar a Ud todo repuestos para motoneta y motocicleta, si nos envia su fotografia y lista de partes que Ud necesita, desde 50cc hasta 250cc para vehiculos Hecho en China, podemos surtir para carroceria y motor todas las partes con calidad OEM, partes originales.
Tiempo Repuestos Cotizacion 5- 7 dias
Tiempo repuestos surtido: 15-20 dias
| Trademark: | China Moto Parts |
| Company: | China Moto Parts Co., Ltd. |
Label: China motorcycle
Label: Benelli Motorcycle Rev
IPA SD Kelas 6 Chapter 1 Characteristics of Live creature
0 komentar Diposkan oleh Juraiz di 4:49 PMLabel: IPA Kelas 6 SD
DOWNLOAD Mp3 RiyadhusShalihin Hadits 28
Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ra. Ia berkata: Rasulullah
SAW bersabda : ”Sangat menakjubkan bagi orang mukmin,
apabila segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak
akan terjadi bagi seorang yang beriman, kecuali apabila
mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka yang demikian
itu sangat baik, dan apabila ia tertimpa kesusahan ia
bersabar, maka yang demikian itu sangat baik baginya.” (H.R
Muslim)
Label: Riyadhus Shalihin
“Ada beberapa sahabat Anshar meminta sesuatu kepada
Rasulullah SAW, maka beliau memberinya, kemudian mereka
meminta lagi dan beliau pun memberinya sehingga habislah
apa yang ada pada beliau. Ketika beliau memberikan semua
yang ada di tangannya, beliau bersabda kepada mereka :
”Semua kebaikan yang ada padaku tidak akan aku
sembunyikan pada kalian. Siapa saja yang menjaga
kehormatan dirinya, maka Allah pun akan menjaganya dan
siapa saja yang menyabarkan dirinya, maka Allah pun akan
memberikan kesabaran. Dan seseorang tidak akan
mendapatkan anugerah yang lebih baik atau lebih lapang
melebihi kesabaran.” (H.R Bukhari dan Muslim)
Label: Riyadhus Shalihin
DOWNLOAD Mp3 RiyadhusShalihin Hadits 25
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW Bersabda: ”Allah
gembira manakala ada dua orang yang saling membunuh dan
keduanya masuk surga. Pertama, seseorang yang mati
berjuang di jalan Allah. Yang kedua, orang yang membunuh
itu bertaubat kepada Allah, kemudian masuk Islam dan
terbunuh di Jalan Allah (mati syahid)”.
(H.R Bukhari dan Muslim)’
Label: Riyadhus Shalihin
DOWNLOAD Mp3 RiyadhusShalihin Hadits 24
Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik ra., Rasulullah SAW
bersabda : ”Seandainya seorang mempunyai satu lembah dari
emas, niscaya ia ingin mempunyai dua lembah, dan tidak
akan merasa puas kecuali tanah sudah memenuhi mulutnya10.
Dan Allah senantiasa menerima taubat orang yang
bertaubat.” ( H.R Bukhari dan Muslim)
10 Tidak akan puas untuk mengumpulkan harta , sebelum ia
meninggal dunia.
Label: Riyadhus Shalihin
Download Mp3 Murotal anak-anak “Muhammad Thoha” (Bagian 2)
0 komentar Diposkan oleh Juraiz di 2:53 AMBerikut ini adalah link untuk mendownload murotal Cilik yang dibacakan oleh Muhammad Thoha;
* Surat 114 - Surah an-Naas DOWNLOAD
* Surat 113 - Surah al-Falaq DOWNLOAD
* Surat 112 - Surah al-Ikhlaas DOWNLOAD
Label: Murotal Anak
Download Mp3 Murotal anak-anak “Muhammad Thoha” (Bagian 1)
0 komentar Diposkan oleh Juraiz di 2:44 AMBerikut ini adalah link untuk mendownload murotal Cilik yang dibacakan oleh Muhammad Thoha (Bagian 1);
* Surat 111 Al Lahab DOWNLOAD
* Surat 110 An Nashr DOWNLOAD
* Surat 109 Al Kaafiruun DOWNLOAD
Label: Murotal Anak
For Download "Right Klik >> Save Link As..."
Click Thumbnail to download (size 1600 x 1200 pixels)
Label: Benelli Motorcycle Rev
For Download "Right Klik >> Save Link As..."
Click Thumbnail to download (size 1600 x 1200 pixels)
Benelli Tornado Tre Novecento
Why invest U.S. currency in Italian metal? That is the $30,000 question, and frankly there is no entirely rational answer. One thing is sure, however. If you have even the slightest leaning toward Italian machinery, just one look at the Benelli Tornado headed your way will send logic and sound reasoning scrambling for higher ground.
Herein lies the absolute, infuriatingly magnetic lure of Italian machinery. It defies the sensible purchase procedure. It is akin to the greatest pair of Italian shoes fashioned from paper-thin Napa leather with barely 3mm of quick-wearing sole. Their impracticality drives you crazy, but every time they embrace your feet you marvel at their delicate composition, their perfect complexion. Like Italian metal, they are far too easily purchased on some unquantifiable whim.
The Benelli demands to be looked at and flaunts itself shamelessly, challenging the onlooker to find fault. But there is none to be found. This motorcycle is strikingly new in terms of design, technical specifications, and the exclusivity of its parts manifest. A case in point is the ground-breaking placement of the radiator beneath the seat, giving the Tornado its exquisitely tapered front end, reducing heat buildup at the center of the machine, and further enhancing the aerodynamics of a motorcycle that virtually eliminates the wind turbulence that normally afflicts riders.
Stats and specs seem so mundane when discussing a motorcycle that evokes raw emotion, but you must consider a few: the ultra-compact 898cc three-cylinder inline engine with a slipper wet clutch and a fully removable six-speed cassette gearbox; a two-piece frame (the front trellis is constructed of chrome-moly steel tubing, the hollow rear box section is cast from aluminum) that is joined using aerospace technology to eliminate vibration; a Marzocchi fork and Brembo wheels, both built to Benelli design; an Extreme Technology rear shock with an Ergal 55 central body; Brembo Gold Series brake system; and a 407-pound dry weight.
In time for this Holiday Season just 25 of the Limited Edition versions of the Benelli Tornado have been imported by Bob Smith at Moto Point Inc and distributed nationwide to a select number of dealers. Priced at $27,995, for the lucky few it will have been well worth the wait. The exquisite construction of the Benelli Tornado defies what the market has come to expect from an inaugural two-wheeler, particularly a cutting edge sports machine such as this. It is a perfect extrapolation of the classic, age-old Italian blueprint of form and function—a bike that has already proven itself dynamically excellent, both on the track and street.
General information
Make Model: Benelli Tornado Tre 900 Novecento
Year: 2003-2004
Engine: Liquid cooled, four stroke, transverse three cylinder, DOHC, 4 valves per cylinder
Capacity: 898
Bore x Stroke: 88 x 49.2 mm
Compression Ratio : 11.0:1
Induction: Sagem, electronic ignition with 1 injector for each cylinder
Ignition / Starting: Electronic ignition / electric
Max Power: 142.8 hp 105 KW @ 11500 rpm
Max Torque: 100 Nm @ 8500 rpm
Transmission / Drive: 6 Speed / chain
Front Suspension: Upside down Marzocchi vorderradgabel, adjustable Ferderbasis, course and compression phase absorption
Rear Suspension: Central shock strut with lever system, adjustable feather/spring basis, course and compression phase absorption
Front Brakes: 2x 320mm discs 4 piston calipers
Rear Brakes: Single 240mm disc 4 piston caliper
Front Tyre: 120/70-17
Rear Tyre: 190/50-17
Dry-Weight: 198 kg
Fuel Capacity: 20.5 Litres
Consumption average: 17.2 km/lit
Standing ¼ Mile: 10.8 sec
Top Speed: 260.2 km/h
Label: Benelli Motorcycle Rev
Label: Benelli Motorcycle Rev
RiyadhusShalihin Hadits 22
DURASI Kurang Lebih 21 Menit
Download mp3 Hadits ke 22 Bagian 1
Download mp3 Hadits ke 22 Bagian 2
Download mp3 Hadits ke 22 Bagian 3
Dari Abdullah bin Ka`ab bin Malik ra. ( beliau adalah seorang
panglima perang), dari anaknya, ia berkata : “Saya
mendengar Ka`ab bin Malik bercerita tentang tertinggalnya
(tidak bersama) Rasulullah SAW Dalam perang Tabuk, Ka`ab
bin Malik berkata : “ Saya selalu bersama Rasulullah SAW
Dalam setiap peperangan, kecuali dalam perang Tabuk.
Memang saya juga tidak bersama beliau dalam perang Badar,
tetapi tak seorang pun dicela, karena tidak ikut perang
tersebut. Sebab waktu itu Rasulullah SAW bersama kaum
muslimin keluar bertujuan menghadang rombongan Quraisy,
lalu tanpa terduga Allah mempertemukan mereka dengan
musuh. Sungguh aku mengikuti pertemuan bersama
Rasulullah SAW pada malam hari di dekat Jumrah Aqabah,
ketika kami berjanji memeluk Agama Islam. Saya tidak
merasa lebih senang seandainya saya bisa mengikuti perang
Badar, tetapi tidak mengikuti ba`iat di Jumrah Aqabah,
meskipun perang Badar lebih banyak disebut-sebut
keutamaanya di kalangan manusia daripada Ba`iat Jumrah
Aqabah. Adapun cerita tentang diriku tidak ikut perang Tabuk,
waktu itu saya sama sekali tidak merasa lebih kuat ataupun
lebih mudah (mencari perlengkapan perang), daripada ketika
aku tertinggal Rasulullah SAW daripada ketika aku tertinggal
dari perang Tabuk. Demi Allah sebelum perang Tabuk saya
tidak dapat mengumpulkan dua kendaraan sekaligus, tetapi
waktu perang Tabuk kalau mau saya bisa melakukannya.
Dikarenakan Rasulullah SAW berangkat ke Tabuk ketika hari
itu sangat panas, menghadapi perjalanan jauh dan sulit, serta
menghadapi musuh yang berjumlah besar, maka Rasulullah
merasa perlu membekali kaum muslimin akan kesulitankesulitan
yang mungkin dihadapi, agar kaum muslimin
membuat persiapan yang cukup. Rasulullah juga menjelaskan
tentang tujuan mereka.
Waktu itu, kaum muslimin yang ikut perang Tabuk bersama
Rasulullah SAW cukup banyak (sekitar 30.000 orang), tetapi
nama-nama mereka tidak tercatat dalam buku. Sedikit sekali
di antara mereka yang absen (bersembunyi dan tidak ikut
perang). Orang-orang yang absen itu mengira bahwa
Rasulullah SAW tidak mengetahuinya, selama wahyu Allah
Ta`ala tidak turun.
Rasulullah berangkat ke Tabuk ketika buah-buahan dan
tetumbuhan kelihatan bagus. Karena itu, hatiku lebih condong
ke sana (kepada buah-buahan dan tetumbuhan). Tatkala
Rasulullah dan kaum muslimin hendak berangkat
mempersiapkan segala sesuatunya, akupun bergegas keluar,
guna mempersiapkan diri bersama mereka. Namun saya
kembali tanpa menghasilkan apa-apa, padahal dalam hati aku
berkata: “Saya mampu mempersiapkannya jika bersungguhsungguh.“
Demikian itu berlangsung terus, dan saya selalu
menundanya untuk mempersiapkan perlengkapan perang,
sampai kesibukan kaum muslimin memuncak. Pada akhirnya,
di pagi hari Rasulullah SAW beserta kaum muslimin
berangkat, sementara saya belum mengadakan persiapan.
Lalu saya keluar (untuk mencari perlengkapan), tetapi saya
kembali dengan tangan kosong. Hingga kaum muslimin
bertambah jauh dan pertempuran semakin dekat. Kemudian
saya putuskan untuk menyusul kaum muslimin. Dengan
perasaan menyesal ia berkata: “Andai saja saya berbuat
demikian, namun takdir menentukan lain,”
Akhirnya, apabila saya keluar dan bergaul dengan masyarakat
sesudah berangkatnya Rasulullah SAW Hatiku resah dan saya
menganggap diri ini tidak lebih sebagai seorang munafiq, atau
lelaki yang diberi keringanan oleh Allah karena lemah (pada
saat itu, di Madinah yang tinggal hanyalah orang-orang yang
disebut munafiq dan orang-orang yang udzur karena amat
lemah, seperti orang yang tidak dapat berjalan, buta, sakit,
dan sebagainya). (Menurut keterangan teman-teman)
Rasulullah SAW tidak pernah menyebut-nyebut saya, hingga
sampai ke Tabuk. Sesampainya di Tabuk, barulah beliau
bertanya : “Apa sebenarnya yang dikerjakan oleh Ka`ab Bin
Malik?” Salah seorang dari Bani Salimah menjawab : “Ya
Rasulullah, dia terhalang oleh selendangnya dan sedang
memandang kedua pinggangnya (sedang bersenang-senang
memakai pakaiannya). “Tetapi Mu`adz bin Jabal
menghardiknya : “Betapa buruk perkataanmu, Demi Allah,
yang kami ketahui pada Ka`ab hanyalah kebaikan.”
Rasulullah SAW pun diam. Pada saat itulah melihat seorang
lelaki berpakaian putih sedang berjalan di kejauhan.
Rasulullah bersabda: “Mudah-mudahan itu adalah Abu
Khaitsamah.” Ternyata benar, orang itu adalah Abu
Khaitsamah Al-Anshariy. Dialah orang yang bersedekah
segantang kurma, ketika diolik-olok oleh orang munafiq.
Ka`ab meneruskan ceritanya: ”Tatkala saya mendengar,
bahwa Rasulullah berada dalam perjalanan pulang dari Tabuk,
maka kesusahan pun mulai menyelimuti saya. Saya mulai
mereka-reka, alasan apa yang bisa menyelamatkan saya dari
Rasulullah SAW Saya juga meminta bantuan keluargaku
mencari alasan dan jalan keluar yang sangat baik. Tetapi,
ketika mendengar bahwa Rasulullah SAW sudah dekat,
hilanglah segala macam kebohongan yang saya siapkan,
hingga saya yakin tidak ada alasan yang dapat
menyelamatkan dari Rasulullah SAW selamanya. Karena itu
saya mengatakan yang sebenarnya. Keesokan harinya,
Rasulullah SAW tiba. Biasanya, kalau beliau datang dari
bepergian, yang beliau tuju pertama kali adalah masjid.
Beliau mengerjakan shalat dua raka`at lalu duduk menunggu
kaum muslimin melaporkan sesuatu dan sebagainya.
Maka berdatanganlah orang-orang yang tidak ikut ke Tabuk,
menemui beliau. Mereka mengemukakan berbagai alasan
kepada Rasulullah SAW disertai dengan sumpah. Mereka yang
tidak ikut perang Tabuk ada delapan puluh orang lebih.
Rasulullah SAW Menerima mereka, beliau memperkenankan
memperbaharui bai`at dan memohonkan ampun bagi
mereka, sedangkan batin mereka, beliau serahkan kepada
Allah Ta`ala. Tibalah giliran saya menghadap. Ketika saya
mengucapkan salam beliau tersenyum sinis, kemudian
bersabda : “Kemarilah” Ka`ab berjalan mendekat dan duduk
di hadapan beliau. Lalu beliau mulai bertanya: “Apa yang
menyebabkan engkau tidak ikut berangkat? Bukankah engkau
telah membeli kendaraan?” Saya menjawab: “Ya, Rasulullah!
Demi Allah, andaikan saya duduk di hadapan orang selainmu,
saya yakin dapat bebas dari kemarahannya dengan
menggunakan berbagai alasan yang bisa diterima. Sungguh,
saya telah dikaruniai kepandaian berbicara. Namun, demi
Allah aku benar-benar yakin, seumpama hari ini saya berkata
bohong dan engkau menerimanya, pasti sebentar lagi Allah
Ta`ala menggerakan hatimu untuk marah kepada saya.
Sebaliknya, jika saya berkata benar yang membuatmu marah,
maka saya dapat mengharapkan penyelesaian yang baik dari
Allah. Demi Allah, aku tidak mempuyai udzur7.” Demi Allah,
diriku sama sekali tidak merasa kuat dan lebih mudah
daripada ketika aku tidak mengikutimu ke Perang Tabuk.
Sekarang ini, saya merasa cukup segalanya”
Rasulullah SAW, bersabda : Orang ini (Ka`ab bin Malik) telah
berkata benar. Berdirilah! Tunggulah keputusan Allah
terhadap dirimu. Akupun berdiri. Beberapa orang dari Bani
Salimah menghampiri saya. Mereka berkata kepada saya :
“Demi Allah, kami tidak pernah melihatmu melakukan dosa
sebelum ini. Engkau benar-benar tidak mampu
mengemukakan alasan kepada Rasulullah SAW seperti yang
dilakukan oleh orang-orang lain yang tidak ikut ke Tabuk.
Mestinya cukuplah bagimu, jika Rasulullah SAW memintakan
ampun untukmu.”
Ka`ab melanjutkan : “Demi Allah, orang-orang Bani Salimah
itu terus menerus menyalahkan diriku, sehingga ingin rasanya
saya kembali kepada Rasulullah SAW Untuk meralat
perkataanku. Tetapi kemudian aku bertanya kepada orangorang
Bani Salimah itu: “Adakah orang lain yang mengalami
seperti yang saya alami?” Mereka menjawab: “Ya, memang
ada. Ada dua orang yang mengatakan seperti apa yang
engkau katakan dan mereka mendapat jawaban sama seperti
jawaban yang engkau terima.” Saya bertanya :”Siapa
mereka?” Mereka menjawab:” Murarah bin Rabi`ah Al-Amiriy
dan Hilal bin Umayyah Al-Waqifiy.”
Dua orang lelaki shalih itu telah mengikuti perang Badar dan
dapat kuikuti karena akhlaknya. Sejak saat itu, Rasulullah
SAW melarang kaum muslimin berbicara dengan kami bertiga.
Sejak itu pula mereka telah mengubah sikap dan menjauhi
kami, sehingga bumi terasa asing bagiku, seolah-olah bumi
yang saya pijak ini bukanlah bumi yang sudah kukenal.
Keadaan seperti ini berlangsung selama lima puluh hari.
Dua orang temanku ( Murarah dan Hilal) menyembunyikan
diri dan diam di rumahnya masing-masing, sambil tiada hentihentinya
menangis mohon ampun kepada Allah karena tidak
ikut perang.
Di antara kami bertiga, akulah orang yang paling muda dan
paling kuat. Aku tetap keluar rumah untuk mengikuti salat
jama`ah bersama kaum muslimin, juga pergi ke pasar, tetapi
tak seorangpun mau diajak bicara. Saya pergi menghadap
Rasulullah SAW Untuk sekadar mengucapkan salam kepada
beliau di tempat duduk beliau sesudah salat. Tetapi hati ini
berkata: “Apakah Rasulullah SAW, akan menggerakan bibir
beliau untuk menjawab salam, ataukah tidak?” Kemudian
saya mengerjakan salat berdekatan dengan beliau, sesekali
aku melirik beliau. Apabila menghadap ke salat, beliau
memandangku, kalau menengok ke arah beliau, beliau
berpaling dari saya.
Hal ini terjadi berturut-turut sampai suatu hari saya berjalanjalan,
lalu melompati pagar pekarangan Abu Qatadah. Dia
adalah saudara sepupu dan orang yang paling kusayangi.
Kuucapkan salam kepadanya, demi Allah, bukankah engkau
tahu bahwa aku ini cinta kepada Allah dan Rasul-Nya?” Abu
Qatadah diam saja. Sehingga kuulangi pertanyaanku, dia
tetap diam, sesudah saya ulangi pertanyaan saya sekali lagi,
barulah dia menjawab:”Allah dan Rasul-Nya lebih tahu!”
Seketika itu mengalirlah air mata saya dan saya pun pulang.
Pada suatu hari, ketika saya sedang berjalan-jalan di kota
Madinah, tiba-tiba ada seorang petani beragama Kristen dari
Syam yang datang ke Madinah untuk menjual bahan
makanan. Petani itu bertanya (kepada orang-orang yang
berada di pasar) :” Siapakah yang dapat menunjukkanku
kepada Ka`ab bin Malik?” orang-orang memberikan isyarak
ke arahku. Petani itu mendatangiku dan menyerahkan
sepucuk surat kepadaku, dari Raja Ghassan. Setelah saya
baca ternyata isinya sebagai berikut: ”Amma ba`du. Sungguh
kami mendengar bahwa temanmu (Nabi Muhammad SAW)
mendiamkanmu, sedangkan Allah sendiri tidak menjadikanmu
untuk tinggal di tempat hina dan tersia-sia. Karena itu
datanglah ke negeri kami. Kami pasti menolongmu.”
Saat membaca surat itu aku berpikir: ”Ini juga merupakan
cobaan.” Kemudian saya bakar surat itu di dapur. Selang
empat puluh hari, tiba-tiba seorang utusan Rasulullah SAW
Datang kepadaku dan berkata : “Rasulullah SAW
memerintahkanmu untuk menjauhi isterimu.” Ka`ab
bertanya: “Apakah saya harus menceraikannya atau
bagaimana?”
Utusan itu menjawab :”Tidak, tetapi hindarilah dia, jangan
dekat-dekat padanya!”
Rasulullah SAW juga mengirimkan utusan kepada kedua
orang temanku (Murarah dan Hilal), yang maksudnya sama
dengan yang kuterima. Saya berkata kepada isteriku:
”Pulanglah kepada keluargamu. Sementara menetaplah
engkau di sana, sampai keputusan Allah datang.
Suatu saat isteri Hilal bin Umayyah menghadap kepada
Rasulullah SAW Memohon kepada beliau :”Ya Rasulullah!
Suamiku, Hilal bin Umayyah, adalah seorang tua
sebatangkara dan tidak mempunyai pelayan, Apakah engkau
keberatan bila aku melayaninya?” Rasulullah SAW menjawab:
”Tidak, tetapi yang saya maksud jangan sampai dia dekatdekat
padamu.” Isteri Hilal pun berkata: ”Demi Allah, Hilal
sudah tidak lagi mempunyai keinginan sedikitpun(gairah)
terhadapku. Dan demi Allah, tak henti-hentinya dia menangis
sejak engkau melarang kaum muslimin berbicara dengannya,
sampai hari ini.”
Sebagian keluarga berkata kepada saya : “Hai Ka`ab! Kalau
saja engkau meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk
isterimu tentu itu lebih baik, sebagaimana isteri Hilal bin
Umayyah untuk melayani suaminya.” Saya menjawab: ”Saya
tidak akan meminta izin kepada Rasulullah SAW Saya tidak
tahu apa yang akan dikatakan Rasulullah SAW Apabila saya
meminta izin beliau, sedangkan saya seorang yang masih
muda.”
Saya lalui kehidupan tanpa isteri itu selama sepuluh hari
(menunggu keputusan Allah). Genaplah sudah bagi kami, lima
puluh hari sejak ada larangan berbicara dengan kami.
Kemudian pada hari ke lima puluh, di bagian atas rumahku
pada saat aku sedang duduk ketika shalat shubuh, Allah
menyebut-nyebut tentang kami. Di saat itu pula hatiku sangat
resah, bumi yang sedemikian luas seakan sempit bagiku.
Kemudian aku mendengar suara orang yang berteriak-teriak
naik ke atas Sal`i. “Hai Ka`ab bin Malik, bergembiralah !”
Serta merta aku menjatuhkan diri bersujud syukur dan aku
tahu. Bahwa saya dapat penyelesaian.
Rasulullah SAW memberi tahu kepada kaum muslimin, bahwa
Allah Yang Mahaagung dan Maha Tinggi telah menerima
taubat kami bertiga. Kabar itu disampaikan seusai beliau
mengerjakan shalat Subuh. Maka kaum muslimin
berdatangan mengucapkan selamat dan ikut bergembira, juga
kepada kedua orang teman (Murarah dan Hilal). Mereka ada
yang datang berkuda, ada lagi penduduk Aslam yang berjalan
kaku dan ada pula yang naik gunung berteriak mengucapkan
selamat, sehingga suaranya lebih cepat dari larinya kuda.
Ketika saya mendengar ucapan selamat dari orang pertama
dan datang kepada saya, seketika itu juga saya melepaskan
pakaian dan saya kenakan kepadanya. Padahal demi Allah
waktu itu saya tidak memiliki pakaian.
Setelah itu, saya meminjam pakaian dan berangkat untuk
menghadap Rasulullah SAW Sementara kaum muslimin
menyambutku, mengucapkan selamat atas diterimanya
taubatku. Mereka berkata kepada saya : “Selamat atas
pengampunan Allah kepadamu.”
Demikianlah, sepanjang jalan kaum muslimin memberikan
selamat. Sesampainya di masjid, ternyata Rasulullah SAW
Sedang duduk dikelilingi oleh para sahabat. Melihat
kedatanganku, sahabat Thalhah bin Ubaidillah segera berdiri
menyongsongku. Menjabat tangan saya dan memberi
selamat. Demi Allah! Tak seorangpun di antara para sahabat
Muhajirin yang berdiri, kecuali dia. Karena itulah Ka`ab tak
bisa melupakan kebaikannya.
Ka`ab meneruskan ceritanya.:”Tatkala saya mengucapkan
salam kepada Rasulullah SAW Beliau menyambut saya
dengan wajah berseri-seri dan berkata:”Bergembiralah!
Karena, hari ini merupakan hari paling baik bagimu, sejak
kamu dilahirkan ibumu.”Aku bertanya: “Wahai Rasulullah
apakah darimu sendiri ataukah dari sisi Allah?” Beliau SAW
Menjawab :”Dari Allah yang Mahaagung dan Maha Tinggi.”
Jika merasa senang, wajah Rasulullah SAW, bersinar terang,
seolah-olah merupakan potongan rembulan. Melalui
wajahnya, kami mengetahui bahwa Rasulullah SAW sedang
senang hatinya.
Ketika saya duduk menghadap beliau, aku berkata:”Ya
Rasulullah, sungguh, termasuk taubat saya (sebagai
pernyataan rasa syukurku), aku hendak menyerahkan harta
bendaku sebagai sedekah untuk (mendapakan ridha) Allah
dan Rasul-Nya.” Rasulullah SAW, bersabda: ”Simpanlah
sebagian harta bendamu (Jangan engkau serahkan
seluruhnya). Itu lebih baik. ”Kemudian saya menjawab: ”Saya
masih mempunyai tanah yang menjadi bagian saya hasil dari
rampasan perang di Khaibar.” Lebih lanjut saya berkata:”Ya
Rasulullah, sesungguhnya, Allah telah menyelamatkanku
karena kejujuran. Dan saya nyatakan, bahwa termasuk
taubatku (sebagai pernyataan rasa syukur kepada Allah).
Saya tidak akan berbicara selain yang benar, selama hidup
saya.” Demi Allah, saya tidak pernah melihat seorangpun di
antara kaum muslimin yang diuji Allah Ta`ala untuk berkata
jujur, lebih baik dari saya semenjak berjanji kepada Rasululah
SAW Hingga kini, aku tidak pernah sengaja berbohong. Dan
saya berharap semoga Allah menjagaku dalam sisa hidupku.
Kemudian Allah menurunkan ayat surat At-taubah.:”
Sesungguhnya Allah telah benar-benar menerima taubat Nabi,
sahabat-sahabat Muhajirin dan Anshar yang mengikuti Nabi
(Berangkat ke Tabuk) dalam masa kesulitan (mencari
perlengkapan perang), sesudah hati segolongan dari para
sahabat tersebut hampir saja berpaling (saking berat dan
payahnya), kemudian Allah menerima taubat mereka,
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
terhadap mereka. Dan juga terhadap tiga orang (Ka`ab, Hilal,
dan Murarah) yang ditangguhkan (keputusan penerimaan)
taubat mereka, sehingga manakala bumi telah menjadi
sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan merekapun
telah sempit pula dirasakan oleh mereka, serta mereka tahu
bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan
kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka,
agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah
Zat Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang. Hai orangorang
yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah kalian berkumpul dengan orang-orang yang
benar.” Menurut Ka`ab, demi Allah! Belum pernah Allah
memberikan nikmat, sesudah Dia memberi saya petunjuk
memeluk islam yang melebihi kejujuran saya kepada
Rasulullah SAW Sebab, andaikata saya berbohong kepada
beliau, pastilah bencana menimpa saya (rusak agamaku),
sebagaimana orang-orang munafiq yang berdusta kepada
beliau. Sungguh, Allah berfirman untuk orang-orang yang
mendustai Rasulullah SAW dan mengecam betapa jelek orang
tersebut.
Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah, ayat 95
dan 96:”Orang-orang munafik itu akan bersumpah dengan
nama Allah kepada kalian, apabila kalian kembali kepada
mereka (di Madinah), agar kalian berpaling dari mereka (tidak
mencela mereka). Maka berpalinglah kalian dari mereka,
karena sesungguhnya mereka itu najis (hatinya) dan tempat
mereka adalah Jahannam (di Akhirat), sebagai balasan atas
apa yang mereka perbuat. Mereka akan bersumpah kepada
kalian, supaya kalian ridha terhadap mereka. Tetapi, jika
sekiranya kalian ridha terhadap mereka, maka ketahuilah
sesungguhnya Allah ridha terhadap orang-orang yang fasik.”
Lebih lanjut Ka`ab berkata: ”Urusan kami bertiga ditunda dari
urusan orang-orang munafiq, ketika mereka bersumpah
kepada Rasulullah SAW lalu beliau menerima bai`at mereka
dan meminta ampun kepada Allah. Tetapi masalah kami
ditunda Rasulullah SAW Sampai Allah memutuskan menerima
taubat kami.
Sebagaimana firman Allah Ta`ala :”Dan terhadap tiga orang
yang ditangguhkan taubatnya.”
Firman Allah tersebut menurut Ka`ab, bukan berarti kami
bertiga ketinggalan dari perang Tabuk, tetapi mempunyai arti
bahwa persoalan kami bertiga diundur dari orang munafiq
yang bersumpah kepada Rasulullah SAW Dan menyampaikan
bermacam-macam alasan yang kemudian diterima oleh
Rasulullah SAW”
( H.R Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain : “ Nabi SAW Pada waktu perang Tabuk keluar
pada hari kamis; dan memang sudah menjadi kesukaan beliau
untuk bepergian pada hari kamis”
Dalam salah satu riwayat disebutkan :”Biasanya beliau kalau datang
dari bepergian pada waktu pagi, dan bila datang biasanya langsung
ke masjid dan salat dua rakaat kemudian duduk di dalamnya.”
Label: Riyadhus Shalihin
RiyadhusShalihin Hadits 23
Dari Abu Nujaki Imran bin Al-Husain Al-Khuza`iy ra., ia
berkata :”Ada seorang wanita dari Juhainah datang kepada
Rasulullah SAW, sedangkan ia sedang hamil karena berzina
dan berkata:”Ya Rasulullah, saya telah melakukan kesalahan,
dan saya harus di had(hukum), maka laksanakanlah had itu
pada diri saya. ”Kemudian Nabi SAW memanggil walinya9
seraya bersabda: “perlakukanlah baik-baik wanita ini, apabila
sudah melahirkan, bawalah kemari.”Maka dilaksanakan
perintah itu oleh walinya. Kemudian setelah wanita itu
melahirkan, dibawalah ke hadapan Rasulullah SAW Dan
memerintahkan untuk wanita, maka diikatkanlah pakaiannya
untuk dirajam.
Setelah ia mati, maka Rasulullah SAW menyalatkannya.
Namun Umar berkata kepada beliau: ”Ya Rasulullah, mengapa
engkau menyalatkan wanita itu, padahal ia telah berzina.”
Beliau menjawab : “Wanita itu benar-benar bertaubat, dan
seandainya taubatnya dibagi pada tujuh puluh penduduk
Madinah, niscaya masih cukup. Pernahkah kamu
mendapatkan orang yang lebih utama daripada seseorang
yang telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Tang
Maha Mulia lagi Maha Agung?” ( H.R Muslim)
Download mp3 Hadits ke 23 Kitab RiyadhusShalihin
Label: Riyadhus Shalihin
Labels
- Benelli Motorcycle Rev (5)
- BMW Motorcycle Rev (1)
- China motorcycle (1)
- IPA Kelas 6 SD (1)
- Mesin Jahit (4)
- Murotal Anak (2)
- Riyadhus Shalihin (20)
SAHABAT
FEEDJIT Live Traffic Feed
Tentang JuraizAudio
Tidak Menafsirkan Hanya Membaca
Di Bacakan Bagi Saudara Yang Terhalang Untuk Membaca.
Jangan Menilai Dari Bagus Tidaknya Suara Saya, Akan Tetapi Ilmu dan Manfaat InsyaAllah Akan Anda Peroleh Dari Audio Saya.
Note
JuraizAudio I Facebook
Archives
-
▼
2009
(34)
-
▼
September
(14)
- Made In China - Scooter Spare Parts
- Benelli TnT Titanium (2006)
- IPA SD Kelas 6 Chapter 1 Characteristics of Live c...
- RiyadhusShalihin Hadits 28
- RiyadhusShalihin Hadits 27
- RiyadhusShalihin Hadits 25
- RiyadhusShalihin Hadits 24
- Download Mp3 Murotal anak-anak “Muhammad Thoha” (B...
- Download Mp3 Murotal anak-anak “Muhammad Thoha” (B...
- Benelli Tornado Tre 1130 (2006)
- Benelli Tornado Tre Novecento (2004)
- Benelli Tornado Tre Novecento RS (2005)
- RiyadhusShalihin Hadits 22
- Download Audio Hadits ke 23 RiyadhusShalihin
-
▼
September
(14)








